Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kekasih OB-Ku Ternyata Kaya-Raya

Kekasih OB-Ku Ternyata Kaya-Raya

"Kok ketawa sih?" "Ya iyalah. aku kan nanya cita-cita. yang namanya cita-cita itu, dimana-mana berarti, cita-cita menjadi Dokter, jadi pilot, jadi pengusaha, gitu-gitu. kalau yang kamu bilang tadi itu, soal jodoh bukan cita-cita." "Wah. salah dong?"
108.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 216 kali sebagai apakah cita-citamu
Baca
+Pustaka
Menggoda Ayah Sahabatku

Menggoda Ayah Sahabatku

“Ayah kok gitu ngomongnya? Emangnya salah aku pengen capai cita-cita aku? Kenapa Ayah selalu anggap remeh semua hal yang aku suka?” Dengan suara sedikit gemetar. Mencoba menahan nada tersinggungnya. Di seberang sana, suara Alan terdengar berat dan menghakimi. “Haish. Susah ngomong sama kamu. Zaman sekarang cari uang tuh susah. Mau gapai cita-cita juga butuh modal. Memang kita punya?“
1032.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 656 kali sebagai apakah cita-citamu
Baca
+Pustaka
Suamiku Jadul

Suamiku Jadul

kata ustadz tersebut. "Aku ragu-ragu, Ustadz," "Oh, begitu, cita-citamu apa, Cok?" tanya ustadz itu lagi. Aku terdiam, cita-cita? Wah, aku bahkan tak tahu cita-citaku apa, Saat kecil dulu, jika ditanya orang cita-citaku, jawabanku selalu berubah-ubah, kadang dokter, tentara, pengacara dan segalanya macam, kini aku bahkan tidak tahu aku mau jadi apa?
9.8583.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13.4K kali sebagai apakah cita-citamu
Tampilkan Ulasan (66)
Baca
+Pustaka
Kiki Sulandari
Semoga sajq kakaknya Nia bisa lebih mengendalikan kata katanya.... Waaah,bang Parlin sudah jngin berikan adik pada si butet Sari Sabar ya bang Parlin,tunggu sampai butet Sari berusia 1,5 tahun.........
Larose
suka sama ceritanya,ttg kehidupan sehari² yg bisa diambil pelajarannya dgn segala kelebihan dan kekurangan mereka,walaupun g yakin jg didunia nyata akan ada orang sepositif keluarga ParliNia,komennya jg bikin ngakak krn terbagi menjadi 2 kubu hahaha,good job Thor buat ceritanya ......🫰🏻
Baca Semua Ulasan
Kami Tanpa Kamu

Kami Tanpa Kamu

"Tapi... aku menghancurkan hidupmu, impianmu dan masa depanmu. Apa arti semua kesuksesan ini?" "Lebih baik salah satu dari kita berhasil mewujudkan cita-cita dari pada tidak sama sekali." Aku tersenyum. Dulu, apa cita-citaku, ya? Sungguh aku sudah lupa. Sejak hamil Cheril tujuanku hanyalah bertahan hidup. Tidak bingung soal makan saja sudah bersyukur. Mana bisa berpikir tentang cita-cita lagi. Mungkin, aku bisa meminta sesuatu sebagai ganti dari kejadian masa lalu. Supaya tidak malu, aku akan bilang sekarang.
10117.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai apakah cita-citamu
Baca
+Pustaka
Ilusi Cinta yang Kukira Abadi

Ilusi Cinta yang Kukira Abadi

"Lusa adalah ulang tahunmu. Aku sudah siapkan kejutan. Semoga kamu selalu bersukacita." Selalu bersukacita. Aku mengulang kalimat itu pelan, lalu tiba-tiba merasa betapa menusuknya rangkaian kata tersebut. Selama bertahun-tahun, setiap ucapan doa dan harapan darinya selalu menggunakan kata "Cita". Sampai detik ini, aku baru menyadari makna sebenarnya dari "Cita" itu. Ternyata, semua doa yang keluar dari mulutnya selama ini tak pernah ditujukan untukku.
30.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai apakah cita-citamu
Baca
+Pustaka
Kau Ambil Pacarku, Kunikahi Bosmu

Kau Ambil Pacarku, Kunikahi Bosmu

("Mau makan bersama?" ("Apa maksudmu? Jangan bercanda!") ("Kamu gak mau mengucapkan kata selamat datang untukku?") ("Kamu ada di sini?") ("Ya.") ("Oh ya. Apa Naren mengganti nomornya? Aku tidak bisa menghubunginya.") ("Untuk apa kamu tanya anak gila itu?") ("Aku merindukannya,") ("Jangan ganggu adikku lagi!")
2.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai apakah cita-citamu
Baca
+Pustaka
Do You Know?

Do You Know?

"Kalau kamu pintar mengarang, kenapa tidak jadi penulis saja. Sekarang banyak platform yang menyediakan uang untuk penulis." "Memangnya wajahku terlihat seperti penipu?" Tentu saja Sakha tidak mau karangannya itu malah ketahuan dan semakin menjatuhkan harga dirinya. "Kamu itu orang baik yang harus jahat karena keadaan, sisi baikmu masih banyak terlihat. Jadi jangan membuat citra baikmu itu luntur." "Kamu bicara apa sih? Bukannya kita mau liburan di sini?" tanya Sakha, dia mengalihkan pembicaraan yang semakin dalam dan pilu itu.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai apakah cita-citamu
Baca
+Pustaka
JANGAN MENCINTAIKU, PAMAN!

JANGAN MENCINTAIKU, PAMAN!

Dan kembali menatap ke rumpun bambu “Jika ini berhubungan dengan cita-cita dan keinginan itu, kau tidak perlu memikirkannya terlalu dalam. Banyak orang di dunia ini yang tidak memiliki cita-cita maupun keinginan yang spesifik, dan mereka masih hidup dan baik-baik saja. Mereka hidup dengan caranya sendiri dan mungkin bahagia dengan pilihan itu.” Hide memberi contoh dengan menyebut sebagian keadaannya. Orang yang punya cita-cita atau keinginan yang kuat pun, belum tentu pada akhirnya akan bahagia. Terutama saat menyadari jika apa yang diharapkannya terlalu tinggi dan mustahil untuk diraih. Seperti apa yang diinginkannya. “Apa kau juga tidak memiliki keinginan maupun cita-cita yang spesifik?” t
1020.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 549 kali sebagai apakah cita-citamu
Baca
+Pustaka
Aku bukan Pemuas Hasrat

Aku bukan Pemuas Hasrat

Tegas Caleb. "Aku sungguh tidak mengerti, mengapa anda masih menginginkan saya, bukankah keinginan utama anda sudah tercapai?" "Bagaimana bisa kau bicara seperti itu, sedangkan kau tahu, betapa lamanya aku harus menanti waktu untuk dapat memilikimu. Jika hanya sekadar kesenangan sesaat, maka hal itu dapat dengan mudah kudapatkan dari wanita murahan diluar sana." Tsk.. "Jika memang begitu, apakah saya juga bisa bersikap serakah pada anda?"
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai apakah cita-citamu
Baca
+Pustaka
Di Antara Aku, Ibuku, dan Mantan Suami Musuhku

Di Antara Aku, Ibuku, dan Mantan Suami Musuhku

Marwa menghentikan kalimatnya. "Cuma, apa?" Opa Eko mengerutkan alis. Marwa menarik napas dalam. "Cuma, rasa-rasanya cita-citaku ketinggian, Opa," kata Marwa terus terang. "Semua cita-cita itu memang harus tinggi, Marwa. Kalau tidak tinggi, itu namanya hobby." Opa Eko tertawa kecil.
1013.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 441 kali sebagai apakah cita-citamu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status