Akad Yang Dijanjikan
Aku berkuliah disalah satu kampus negeri dikotaku, sebenarnya keinginanku bisa kuliah diluar kota namun ibu tak mengizinkan.
Kelas telah usai, aku menghela nafas panjang dibangku kantin, menelungkupkan wajah dan tangan diatas meja. Kebetulan kantin sepi jadi aku bisa leluasa.
“Zhia, besar juga nyali kamu ya, bisa-bisanya melamun saat mata kuliah dosen killer itu,” ucap Tiara sambil terkekeh.
Aku mendengkus kesal mendengar celotehnya. Tanpa menjawab ucapannya aku memesan bakso dan es teh manis pada ibu kantin.
ตอนยอดนิยม