Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Urusan malam nanti biarlah menjadi urusan belakangan. Suasana cerah. Aku khawatir jika sewaktu-waktu hujan turun, membasahi wajah Surabaya, dan menggagalkan rencana nanti malam. Saat ini cerah, tidak akan menjamin sore akan cerah pula. Bisa jadi, hujan lebat turun dan merubah suasana.
8.99.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 251 kali sebagai apakah nanti sore hujan
Baca
+Pustaka
Twins D

Twins D

Langit mendung sekarang. Ternyata terik matahari siang tadi dan hawa panasnya yang luar biasa menandakan akan turun hujan malam ini. Baguslah. Darren sangat menyukai hujan. Suara hujan. Dan bau hujan. Gadis disampingnya ikut diam sambil menutup kembali kotak makan berisi risoles itu dan menaruh kembali ke belakang.
9.934.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai apakah nanti sore hujan
Baca
+Pustaka
DERITA WAJAH JELEK

DERITA WAJAH JELEK

Dia melihat sekeliling dan tidak menemukan sosok Citra dan mobil mewahnya. “Baguslah, wanita itu akhirnya pergi juga!” gumam Bara tampak lega sebelum mendongak ke atas. “Sudah sore hari, tapi langit terlalu gelap. Kayaknya bakal hujan hari ini.” Bara sedikit cemas melihat kondisi cuaca yang tidak bersahabat. Cuaca di akhir tahun memang selalu diramaikan dengan hujan deras yang tak kunjung usai. Tak sedikit pula, beberapa laporan seperti banjir dan tanah longsor terus berdatangan.
103.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai apakah nanti sore hujan
Baca
+Pustaka
Suami Pura-Puraku Pewaris Nomer Satu

Suami Pura-Puraku Pewaris Nomer Satu

Raut wajah Rainer mengeras. Edelweis memberikan kode agar tenang. Claire masih berusaha fokus pada arahan terapis. “Apa kamu tau bahwa akan ada hujan lebat yang berpotensi badai sore itu?” tanya Edel. Claire terdiam. Dahinya berkerut sedikit. Lalu, kepalanya menggeleng. “Tidak. Aku tidak tau.” “Baik. Di mana Rainer saat itu?”
1012.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 459 kali sebagai apakah nanti sore hujan
Baca
+Pustaka
Sang Pengubah Takdir

Sang Pengubah Takdir

kata Ki Parto. “Sepertinya malam ini atau mungkin besok pagi seharusnya sudah akan hujan…” kata Rangga. Benar juga tebakan itu. Mendung yang bergelanyut di langit sejak sore itu kemudian berbuah hujan di malam harinya.
1080.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai apakah nanti sore hujan
Baca
+Pustaka
Mission of Coordinate

Mission of Coordinate

“Ah iya maaf. Sekarang aku mau tau ramalan cuaca hari ini.” “Nanti malam akan ada hujan mulai sekitar pukul tujuh dan berhenti sekitar pukul sembilan. Setelah itu cuaca akan terang, hanya saja angin sedikit kencang. Lebih baik Natashya di rumah saja.” “Ah okelah, terima kasih Speakeenan.”
107.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai apakah nanti sore hujan
Baca
+Pustaka
AKU DAN BADAI PERNIKAHANKU

AKU DAN BADAI PERNIKAHANKU

Sudah. Tangisan itu sudah selesai. Walau perihnya masih membuatku tertatih. Namun, semua luka perlahan akan sembuh. Begitupun dengan lukaku. Janjiku bertemu Hera sore ini harus tertunda sebentar, sebab rinai hujan kembali turun. Padahal mentari bersinar cukup terik beberapa hari ini. “Nanti aku kabari kalau hujan sudah redah, Wi.”
9.347.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai apakah nanti sore hujan
Baca
+Pustaka
Kita dan Cerita

Kita dan Cerita

Untung saja mereka sudah didalam bus, sehingga mereka tidak perlu khawatir kehujanan. Namun, apakah hujan akan segera reda saat mereka sampai nanti, atau justru mereka harus menunggu dihalte sampai hujan reda nanti. Sedangkan hari sudah semakin gelap, bagaimana jika nanti kakaknya mengkhawatirkan Raina yang jam segini masih belum pulang sedari tadi pagi dan belum berganti pakaian juga. Apa yang akan ia katakan nanti jika kakaknya melihat ia basah kuyup dan masih mengenakan seragam sekolahnya.
18.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 393 kali sebagai apakah nanti sore hujan
Baca
+Pustaka
TULPA

TULPA

ujar mama memberitahukan. Mobil yang kami tumpangi perlahan melaju meninggalkan depan halaman pemakaman. Untungnya hujan yang turun tidak terlalu deras. Walau begitu jika kuamati, hujan ini akan berlangsung cukup lama. Sebab, hujan sore ini begitu tenang tanpa adanya angin kencang maupun suara guntur nan petir yang menyambar. "Tumben, Ma? Dalam rangka apa emangnya?" tanyaku penasaran.
106.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 223 kali sebagai apakah nanti sore hujan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status