Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kesatria Garuda

Kesatria Garuda

Pusaran Kematian Setelah menaklukkan samudra maut Jenderal Air, Ardian dan Sita mendapati diri mereka berada di sebuah dataran tinggi yang luas dan terbuka. Namun, kedamaian itu hanya sesaat. Langit di atas mereka mulai menggelap, awan hitam pekat berkumpul, dan angin mulai bertiup kencang. Mereka telah tiba di wilayah kekuasaan Jenderal Angin, seorang pengendali angin yang mampu menciptakan badai dahsyat yang menghancurkan segalanya. Udara bergemuruh, menandakan datangnya malapetaka yang mengerikan.
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai arah mata angin jawa
Baca
+Pustaka
Pendekar Pedang Naga

Pendekar Pedang Naga

Saat lantunan doa digelar, tiba-tiba langit meluapkan seluruh emosinya. Wuuushh! Angin berhembus sangat kencang. Seluruh Nusantara merasakan angin ini. Bahkan anginnya jauh lebih kencang dari angin muson atau angin laut yang sering menghempaskan perahu nelayan.
9.6263.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.1K kali sebagai arah mata angin jawa
Tampilkan Ulasan (90)
Baca
+Pustaka
KSATRIA PENGEMBARA
Numpang promo y kk LEGENDA RAJA PENDEKAR Kisah perjalanan seorang pendekar muda bernama Jiu Long, hingga mencapai tingkat derajat tertinggi di dunia kependekaran saat itu. Menjadi orang nomor 1 di dunia persilatan dan mendapat julukan sebagai RAJA PENDEKAR. Jangan lupa mampir ya. Terima kasih...
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Air mata yang Kutumpahkan

Air mata yang Kutumpahkan

Robyn mengangguk mengiyakan. "Sabar ya, Bu? Sebentar lagi kita sudah sampai rumah kok," imbuhnya lagi. Malam ini hujan turun dengan begitu deras. Ditingkahi dengan angin kencang dan kilat yang menyambar-nyambar, membuat suasana makin mencekam. Keira menanggapi kata-kata Robyn dengan anggukan kepala. Ia mengerti, Robyn ingin menenangkan hatinya.
1091.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.5K kali sebagai arah mata angin jawa
Baca
+Pustaka
GAYATRI

GAYATRI

Semburat jingga menyapa dari arah barat. Semilir angin menerpa dedaunan pohon, hingga mengakibatkannya berjatuhan. Air mata yang telah berhenti, kini mulai berderai lagi. Gayatri merasa bagaikan dedaunan itu, yang terhempas terkena angin. Terbuang dari tempatnya dan terinjak-injak.
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai arah mata angin jawa
Baca
+Pustaka
Gadis Persinggahan

Gadis Persinggahan

protes Tri. Ishak mendekati Tri, tangannya yang kasar memegang bahu wanita itu. "Tri, dengarkan aku. Di Jakarta, mereka punya 'Mata Langit' yang bisa melihat semut di atas aspal. Tapi mereka tidak punya 'Mata Lumpur'. Mereka terlalu jijik untuk melihat ke bawah. Ini adalah satu-satunya celah di baju zirah mereka."
866 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai arah mata angin jawa
Baca
+Pustaka
Aku, Kamu & Buku Nikah

Aku, Kamu & Buku Nikah

Sorot matahari yang sebentar lagi tenggelam menimbulkan warna jingga di langit Jakarta, kicauan burung terbang di atas barisan gedung pencakar langit. Angin berembus ringan, menerbangkan debu halus hingga menerpa wajah Roan hingga dia kelilipan.
1043.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai arah mata angin jawa
Baca
+Pustaka
Penguasa Sembilan Pintu Kematian

Penguasa Sembilan Pintu Kematian

lanjutnya masih dengan tatapan nanar nan cemas pada pusaran angin yang kini diselimuti api ungu. Sementara itu Zhang Jiawu menatap pusaran angin itu dengan tatapan dipenuhi kepuasan. Senyum tipis menghiasi lekuk bibirnya. Sebuah senyuman yang manis tetapi tak semanis hal yang membuatnya tersenyum begitu indah dan menawan. "Angin itu akan membawa Api Lotus Ungu dan melibas apa dan siapa pun yang dilaluinya. Ini lebih sempurna dari rencanaku semula," gumamnya dalam hati.
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai arah mata angin jawa
Baca
+Pustaka
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Jawa Timur. Angin sore datang, dengan kenangan yang akan siap-siap hilang, bersama masa. Di sini, angin tidak terlalu mendinginkan. Kalian tidak akan kedinginan, kalian akan merasakan bahwa angin di sini tidak mempunyai jiwa penyegar. Kalian akan kesulitan mendapatkan penghidupan. Sekarang, apa yang kita cari dari angin? Bukankah yang kita cari adalah kesegaran? Lalu, jika dia tidak membawa kesegaran, apa lagi yang kita tunggu darinya? Wujud saja dia tidak punya, apa lagi yang harus kita harapkan? Sudahlah, lupakan saja orang yang seperti angin itu, jangan terlalu mengharap kepada dia, sambil mendoakan kebaikan kepadanya.
8.99.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 202 kali sebagai arah mata angin jawa
Baca
+Pustaka
Warisan Kultivasi: Pengendali Awan

Warisan Kultivasi: Pengendali Awan

"Rasakan angin. Jangan melawan. Jangan kendalikan. Hanya rasakan." Cakra menutup mata dan segera ia merasakan perbedaan dari meditasi biasa. Angin ini... hidup. Setiap hembusan membawa informasi tentang suhu, tekanan udara, kelembaban, bahkan emosi langit itu sendiri. "Angin adalah napas langit," suara Dewi Laut bergema meski ia berdiri jauh. "Awan adalah tubuh langit. Petir adalah jantung langit. Hujan adalah air mata langit. Dan kau, Pengendali Awan, harus memahami semua aspek ini."
10658 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai arah mata angin jawa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status