Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Godaan Maut CEO Cantik

Godaan Maut CEO Cantik

Pintu besi akses atap gedung Arthesia Corp didorong terbuka dengan kasar. Angin sore Jakarta yang berhembus kencang langsung menyambar tubuh Jovian, namun bahkan suhu dingin di ketinggian lantai empat puluh itu tak mampu mendinginkan darahnya yang mendidih.
9.88.7K viewsCompletedAdded to Library 253 Times as arah mata angin jawa
Read
+Library
HYANG YUDA

HYANG YUDA

Dewa Perang yang Agung dari Amaraloka tidak akan merasa dingin hanya karena embusan angin malam di Janaloka. Hyang Yuda perlahan menutup matanya sembari bersidekap menahan dinginnya angin malam yang berembus.
104.5K viewsCompletedAdded to Library 179 Times as arah mata angin jawa
Read
+Library
Mayat di Atas Ranjang

Mayat di Atas Ranjang

Hendi mengajukan pertanyaan yang menurutnya bodoh. “Tidakkah kau lihat kalau angin pun memusuhiku di sini?” Anggita berkata, “Suruh anginnya pergi. Dia akan menurut kalau kamu yang bicara.” Tidak sekali pun Anggita berkedip atau mengalihkan pandangannya dari angin yang menggelung-gelung debu-debu pasir.
102.9K viewsOngoingAdded to Library 64 Times as arah mata angin jawa
Read
+Library
Pewaris Ilmu Iblis dan Dewa

Pewaris Ilmu Iblis dan Dewa

Rambutnya berkibar liar, matanya tetap tajam menatap pusaran angin di atas. “Tak peduli seberapa cepat kau bergerak,” katanya pelan, “badai tidak akan bisa menembus inti matahari.” WHUUUMMM! Benteng pedang api biru akhirnya meledak secara serentak, menciptakan gelombang balik yang memukul mundur Avatar Angin. Siluetnya mencicit, menyusut, dan terempas ke belakang. Udara kembali hening... hanya untuk sekejap.
1052.2K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as arah mata angin jawa
Read
+Library
Senja di Matamu

Senja di Matamu

"Pergi sana, dasar wanita jalang!" "Wanita jalang! Jalang! Kau melacur di klub malam, masih berani menindas Nina!" Nina dengan wajah ketakutan, berdiri di depan para penggemar dan memohon, "Tania, jangan marah! Para penggemar ini hanya mengkhawatirkanku, mereka nggak bermaksud begitu. Kalau kau emosi, luapkan saja padaku. Jangan menghajar penggemarku, kumohon..."
23.0K viewsCompletedAdded to Library 483 Times as arah mata angin jawa
Read
+Library
Mata Elang

Mata Elang

Airmata dia jatuh berlari menghampiri Vanya sambil berkata, “Vanya!!!! Kau memang anak yang bandel!!” Vanya menoleh, lalu dia ganti memeluk Anita dan berkata, “Maafkan aku, Mbak.” Di jalan raya kota pinggiran itu tidak begitu ramai, setelah mereka bertiga mengharu biru. Masuklah mereka bertiga ke rumah Anita untuk menenangkan diri. Anita melihat mamanya yang berjalan keluar sambil memasang kacamata yang tergantung di lehernya untuk melihat siapa yang datang.
108.0K viewsCompletedAdded to Library 200 Times as arah mata angin jawa
Read
+Library
Nafkah yang Disunat Suamiku

Nafkah yang Disunat Suamiku

Mana bawa bocil, sudah pasti banyak yang diminta nanti. "Eh, bahaya. Lagi ujan angin begini, ombaknya besar," debat Mama. Memang benar, sih, apa yang Mama bilang. Musim hujan kali ini sepertinya awet sekali, ditambah banyak angin pula. "Ya udah, deh. Terserah Mama. Yang muda ngikut. Iya nggak, Mbak Citra?" "Iya, Dek." Citra menjawab singkat dan datar.
1029.2K viewsCompletedAdded to Library 963 Times as arah mata angin jawa
Read
+Library
Lingsir Wengi -Tembang jawa

Lingsir Wengi -Tembang jawa

Pintu kayu itu masih rapat tertutup. Tapi suara tembang Jawa itu makin jelas, makin menusuk ke telinga Ratna, seolah-olah penyanyinya berdiri persis di ambang rumah. “Lingsir wengi… sliramu tumeking sirno…” (Tengah malam… bayanganmu lenyap…) Ratna memejamkan mata, tangannya menutup telinga, tapi tetap saja suaranya masuk, meresap, menggema di dalam kepalanya. Air matanya jatuh tanpa sadar.
692 viewsOngoingAdded to Library 17 Times as arah mata angin jawa
Read
+Library
Bisikan Tengah Malam

Bisikan Tengah Malam

Plato bahkan sempat menulis tentang suatu tempat yang mirip seperti dongeng Agartha yang menurutnya, "Ada tempat di bumi yang bisa diakses melalui jalur rahasia yang menghubungkan ke empat sudut mata angin Bumi." Empat mata angin utama adalah utara, timur, selatan dan barat. Pada penjelasannya, mata angin utara dan selatan menggambarkan kutub Bumi, sementara mata angin timur dan barat menentukan arah putaran Bumi. Jika yang dimaksud Plato memang benar adalah Agartha, maka tempat itu menjadi lokasi pertemuan dari segala arah. "Saya tidak merasa yakin nama tempat itu Agartha. Mungkinkah ada kekeliruan penyebutan? Seperti Shambala, ternyata Shamballah?"
3.3K viewsCompletedAdded to Library 102 Times as arah mata angin jawa
Read
+Library
Hidup Kembali di Zaman Kuno

Hidup Kembali di Zaman Kuno

Angin musim kemarau bertiup tajam dari utara. Di halaman dalam Istana Giri Amerta, Raka berjalan pelan mengitari pelataran sambil menatap langit yang pucat. Di belakangnya, Ki Jatapala, kepala pengawas logistik militer, serta Nyi Cempaka, kepala urusan dagang, mengikuti dengan langkah penuh hormat.
1012.1K viewsCompletedAdded to Library 362 Times as arah mata angin jawa
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status