Satu Miliar Untuk ART
Nilam masih duduk terpaku, Nizam menatap Belda, sorot matanya terlihat marah, walaupun Nizam seorang anak kecil.
"Ada apa ini?" Tanya Nyonya Arini yang sudah berdiri di hadapan Belda.
"Itu, menantu mamah yang kampungan, masa sih dia tidak bisa memegang piring prasmanan? Piringnya terlalu besar, aduh menantu mamah itu bikin malu deh," jawab Belda sambil tersenyum mengejek ke arah Nilam.
"Sudah tidak usah diperpanjang lagi, bibi cepat tolong bereskan ini," tante Lala sudah berdiri di samping Nyonya Arimbi.
Bab Populer