Sistem Penakluk Heroine
Tapi juga tentang keyakinan… dan tentang hati seorang gadis yang baru saja mulai mencair.
Arthur menarik napas panjang. Tekanan itu menusuk tulang, membuat setiap ototnya menegang. Tapi ia tidak menunduk.
Perlahan, ia mendongak, menatap langsung mata perak es milik Duke Ravencroft. Tatapan emasnya beradu dengan dingin tajam sang Duke, seakan dua dunia yang berbeda saling bertabrakan.
“Aku, Arthur Pendragon,” ucapnya tenang, tapi suaranya bergema di aula. “Tidak akan pernah menundukkan kepala… pada siapapun.”