Antara Cintamu dan Cinta Ayahmu
Sentuhan dan kedekatan intim itu telah menyalakan api gairah yang terlalu besar di dalam tubuh mudanya.
Davin memejamkan matanya rapat-rapat, membiarkan air membasahi wajahnya sementara tangannya bergerak turun ke bawah perutnya yang menegang kencang. Dalam bayangan liarnya yang semakin kacau, ia membayangkan sosok Aleena ada di hadapannya, sedang memanjakan pusaka lelakinya dengan kelembutan yang memabukkan. Gerakan tangannya semakin cepat beriringan dengan napasnya yang semakin memburu berat, hingga akhirnya sebuah lenguhan panjang dan keras keluar dari bibirnya yang bergetar.
"Aaarrghh, Aleena... ini sungguh nikmat!!" erang Davin frustrasi, melepaskan seluruh ketegangan malam itu di bawah