KAU MENDUA AKU PUN SAMA
“Ada lah, Om,“ jawab Aric, mulai tak nyaman.
“Pokoknya perempuan itu spesial, Mas. Bayangkan saja dari SMP dia memendam perasaan untuk perempuan itu,“ sahut Pak Frans. Aric tertawa pelan. Tapi langsung diam saat tak sengaja menangkap Liinata yang menatapnya sendu.
“Wow … secantik apa perempuan itu sampai-sampai Nak Aric dibuat susah move on sama dia?“ celetuk Bu Elya, terdengar sinis di telinga Aric.
Aric tersenyum kecut. Tapi tak berniat membalasnya.
“Nggak melulu soal cantik, Ma. Karena kecantikan itu akan pudar seiring berjalannya waktu. Lagipula kecantikan itu relatif, Mi. Apa yang menurut kita cantik, belum tentu cantik menurut oranglain,“ ujar Pak Haidar.
“Oh … Gitu,“ sahut Bu Elya, ta
Hot Chapters