Arimbi
"Bisakah kamu pulang sekarang, Mas? Aku ingin bercerita banyak padamu."
"Iya, Mas, kalau bisa secepatnya."
"Aku juga sangat mencintaimu," jawab Arimbi, membalas kalimat cinta Sultan.
Setelah telepon terputus, Arimbi pun bangkit menuju jendela yang terbuka lebar. Matanya penuh dengan air mata. Arimbi tidak pernah menyangka dirinya bisa sembuh, dan mengingat semua yang telah Wulan lakukan. Berawal dari kecelakaan itu, sampai penyamarannya sebagai perawat. Setiap hari Arimbi dicekoki obat berbahaya, awalnya dia memberontak, tetapi semakin lama daya ingatnya melemah dan jatuh. Wulan memaksa terus menerus sampai Arimbi bodoh.
Hot Chapters