RUMAHKU ADALAH KAMU
“Aku paham, Sen. Aku nggak bakal bikin kamu merasa kayak gitu.”
Ada jeda sejenak di antara mereka. Arsen menatap Aira, matanya serius tapi lembut. Dorongan untuk meraih tangan sahabatnya muncul, tapi ia menahan diri.
“Maaf ya, kalau kehadiran Adrian tadi bikin kamu nggak nyaman,” ucap Aira akhirnya, matanya menatap lurus ke Arsen.
Arsen mengangguk pelan, sedikit tersenyum tipis. “Oke, aku akan coba menahan diri lain kali,” jawabnya, nada masih rendah tapi hangat.
Hot Chapters