Sage Benua Longwu
teriak pedagang yang sejak tadi belum juga ada yang menghampiri tokonya.
Ia berusaha menarik perhatian Li Wei di depan tokonya, anak muda yang terlihat masih polos dan muda itu.
“Ayolah anak muda. Hanya dua puluh lima Hellstone saja. Dengan nilai itu kamu bisa membawa pulang artefak berbentuk ayam jago ini,” bujuk sang pedagang.
Li Wei melirik dengan geli.
Benda yang ia disebut artefak itu, tampaknya hanya satu patung kasar dari tanah liat, yang dibuat acak oleh seseorang yang tidak paham akan seni.