Liara
"Aku harus melakukan apa? Apa aku harus mengumpulkan orang-orang itu dan menghapus ingatan mereka tentangmu? Atau, kucongkel matanya satu per satu? Bisakah kau berhenti bersikap seperti ini? Kumohon."
Terdengar konyol, bahkan untuk Hagan sebagai yang mengucapkan. Namun, Hagan tak menyesal sudah mengatakan itu, Sebab dilihatnya sang istri menoleh dengan ujung bibir menjungkit.
"Memang kau punya kemampuan menghilangkan ingatan orang?" Tangan Liara meraih cangkir hitamnya. "Ini Biru yang membuatkan?"
Mengangguk, Hagan mendesah lega. Akhirnya, Liara bicara lagi padanya. "Apa istimewanya buatan Biru?"
Hot Chapters