KEMBALINYA ARTHUR: TUAN FIKSI YANG TERLALU TEROBSESI
Ketenangan yang ia tampilkan beberapa menit lalu saat menyeduh kopi meluruh tanpa sisa, mengelupas topeng kedamaian dan menyingkap kembali sosok predator yang selama ini tertidur di dalam dirinya.
"Mereka tidak menggunakan sistem digital untuk menemukan tempat ini," ujar Arthur, suaranya begitu rendah dan dalam, hampir menyerupai geraman yang tertahan di tenggorokan. "Orang-orang yang menulis pesan ini adalah alasan kenapa Arsitek sendiri selalu ketakutan setiap kali mendengar kata 'Konsorsium'."
Arthur meraih foto Polaroid itu menggunakan ujung jarinya, membaliknya pelan, lalu meremasnya hingga hancur di dalam genggaman tangannya.