Cinta di Balik Singgasana
“Aku simpan ini, sebagai pengingat.”
Dyah tersenyum tipis, penuh duka. “Bawa itu ke Majapahit, Raka,” katanya. “Jika kita tak hidup bersama, kita punya taman ini, puisi ini, jimat ini.”
Ia menggenggam jimat biru erat. Jari-jarinya gemetar. “Janji kau kembali kepadaku, meski hanya untuk selamat tinggal.”
“Aku berjanji, Gusti,” jawab Raka, matanya penuh tekad. “Aku lindungimu, dan aku kembali hidup atau mati.”
Hot Chapters