Di Balik Senyum Istri
Seharusnya tak kau membiarkan dirimu dikuasai nafsu setan yang membara.
Bukankah istri tidak punya masa kadaluwarsa, kamu bisa pulang dan melakukannya bersamaku kapan pun kamu mau, tapi kamu malah memilih jalan yang sulit lagi salah. Apakah yang haram lebih menantang? Percayalah suatu hari ketika telah haram bagi kita untuk bersentuhan, maka pada saat itulah kamu akan lebih tertantang padaku. Sayangnya semuanya sudah terlambat, dengan langkah gontai. Mas Bagas pergi meninggalkan rumah, diiringi isak tangis Arumi yang menyayat hati.