Malam Terakhir di Singgasana
Sesuai adat kebiasaan, mereka terlebih dahulu memberi hormat kepada nenek mereka, Nenek Serena, dan mempersembahkan teh sebelum menuju ke ruang duka untuk memberikan penghormatan terakhir kepada ibunya.
Ruang duka memang didekorasi sesuai dengan spesifikasi untuk selir utama, dan prasasti di depan peti jenazah bertuliskan nama mendiang istrinya, Istri Utama Melina Sasana.
Lalu kenapa? Mati ya mati. Semewah apa pun pengaturan pemakaman, ibunya tak bisa hidup lagi untuk melihat cahaya matahari.
Lyra berdiri terpaku di luar pintu, menatap bendera putih dan uang kertas. Kakinya terasa terpaku di lantai, tak mampu mengangkat satu jari pun.