Shadow of The Past
Mau bagaimanapun juga, dia bukan lagi bocah remaja yang didominasi oleh hormon pubertas menjengkelkan.
“Aku tak bilang kalau aku menginginkannya,” ucap Airi setelah hela napasnya lebih teratur. Tanpa sedikit pun keraguan, dia menambahkan, “Tak ada yang kuinginkan lagi darimu. Semuanya sudah selesai di masa lalu. Sekarang, aku hanya ingin memulai hidup baru. That’s it.” Airi mengambil napas pendek dan menatap Kei lekat-lekat. “It’s too late, Kei.”
Menggerakkan tangan yang masih berada dalam genggaman sang pria, Airi menahan embusan napas lelah ketika merasakan Kei yang takkan melepasnya dengan mudah.