MAWAR
Tanpa diminta pikirannya akan terambil alih dengan kenyataan bahwa dia menyesal dan marah, Marah kepada dirinya sendiri karena berprilaku jahat dan marah kepada wanita itu yang sudah menghianati nya sehingga memkasanya melakukan hal bodoh yang sangat kekanak-kanakan selama ini.
"Kau cukup kaya untuk tidak menumpang pesawatku bukan?" Tanya Nico heran.
"Sekalian saja," ujar Farrel.
"Aku butuh privasi, kau juga memiliki pesawatmu sendiri," Nico berdecak tidak suka.
"Oh ayolah kawan, di pesawat mu pramugari nya lebih cantik," Farrel menyengir.
"Shit! Kuarasa otakmu benar telah rusak," Nico menghembuskan nafasnya kasar.