Hati yang Terbagi
Dia mengulurkan tangannya terlebih dahulu.
"Aina." Duuh, suaranya halus banget.
"Saya Alina, Mbak." Kami pun bersalaman.
"Mbak aku boleh minta tanda tangan?" Kataku masih dengan mata berbinar.
"Jangan norak, napa Al! Dia itu hanya artis secantik apapun, sehebat apapun, tetap aja artis. Yang menjual kecantikan untuk mendapatkan uang!"
"CUKUP UBAY!" Bentak Tante Retno.