PENDEKAR MACAN TUTUL
“Ya, ya. Adat manusia yang baik itu adalah saling tolong menolong, Ngger. Untungnya aku berada di tempat ini pada saat yang tepat, sehingga kau masih bisa diselamatkan. Tampaknya ada pihak yang merasa tak tenteram terhadap di Angger sehingga menginginkan Angger harus mati. Kalau boleh aku tahu, siapakah sesungguhnya Angger ini?”
Sesaat Sandaka diliputi keheranan. “Nama aku ... Sandaka, Ki,” ucapnya seperti kebingungan. “Aku adalah putra dari Prabu Natanala dari Kerajaan Gundala. Aku sendiri tak tau, siapa yang menginginkan aku celaka. Karena selama ini, hidupku dalam lingkungan istana baik-baik saja. Aku hidup sebagai putra dan putra Ayahanda Prabu lainnya.”
Hot Chapters