Dendam yang Tak Terlupakan
tanya Javier sambil mengeluarkan ponselnya.
Dengan gerakan kasar, ia merogoh saku celananya dan mengeluarkan ponsel miliknya. Jemarinya bergerak cepat, menyapu layar yang terang, dan mencari daftar kontak yang mungkin bisa memberinya secercah harapan. Javier mulai menghubungi satu per satu teman Hana yang ia kenal. Mulai dari teman kuliahnya Hana, rekan komunitasnya Hana, hingga kenalan jauh yang pernah Hana ceritakan.