Renjana
Bagiku yang terlihat dengan jelas hanyalah Adit, sedangkan yang lain hanya figuran.
Dia sekilas melihat ke arahku, kemudian panitia menunjukkan deretan kursi kelas mereka, mereka berjalan ke arah kami, dan ternyata deretan kursi di sampingku adalah untuk kelas mereka. Adit dan kawan-kawannya duduk 5 kursi dari belakang, tepatnya dua baris di belakangku. Aku kikuk, penyakit bodohku mulai muncul, bahkan aku mulai gemetaran. Acara demi acara berlangsung, mulai dari dance, menyanyi, paduan suara guru, dan tiba-tiba Andy naik panggung itu dan menyanyi, disusul oleh Dito dan Adit yang juga naik ke panggung megah itu. Mereka bertiga menyanyi, menari, melompat, seolah ini adalah momen bahagia yang h
Hot Chapters