Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bara di Balik Mahar

Bara di Balik Mahar

Davina, sang pria, dan anak kecil itu duduk di hadapan Kanaya dan Devano, sedangkan Melinda duduk di ujung meja, di antara Devano dan Davina. “Kanaya, bagaimana tidurmu? Apakah baik?” tanya Melinda. “B-baik, Bu... eh, Mami,” jawab Kanaya. Dijawab oleh senyuman Melinda. “Kenalkan, ini Satya, suami Davina, dan ini cucuku, Aliandro.” Kanaya menatap mereka satu per satu, disambut dengan senyuman oleh Satya. Aliandro hanya melirik Kanaya sekilas. Ia sibuk bermain game di iPad miliknya.
10183 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7 kali sebagai arti sandyakala
Baca
+Pustaka
Sang Abdi

Sang Abdi

Mereka berdua lalu tertawa lepas. Begitu sampai di tempat yang agak terbuka dan berbatu Kirana menghentikan motornya. Tempat itu sangat sunyi tanpa sesosok makhluk pun. Dia mengajak Gayatri turun. Kirana lalu menuntun Gayatri naik ke atas batu besar. Mereka duduk di batu yang berbeda dan berdekatan. "Di sini jauh dari rumah penduduk. Gak ada sinyal ponsel. Orang-orang juga jarang lewat sini." Mendengar itu Gayatri agak takut.
9.3211.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.6K kali sebagai arti sandyakala
Tampilkan Ulasan (50)
Baca
+Pustaka
Ida
Aq penggemar tlsan2 frank Walau ada benang merah dlm smua tlsan2 nya Tpi setiap crta nya mempunyai setting latar cerita yg psti berbeda Disamping itu dia mengajak pembaca nya utk tidak membaca cepat Sbb plot twist cerita nya sangat kental Semangat frank
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Adinda

Adinda

Maka sangat kecil kemungkinan Giyo akan mendapatkan bagian. Sebenarnya, Gio memang kalah jauh jika harus bersaing dengan Andara. Andara Mahardika ia merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Ia memiliki seorang adik perempuan. Kini Anda tengah sengaja mengambil libur selama satu tahun. Sebelum kelak ia akan melanjutkan pendidikannya. Andara, dikenal memiliki banyak prestasi yang membanggakan. Ia juga hidup dalam ruang lingkup keluarga yang baik dan terdidik ajaran agama yang kuat.
1018.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 632 kali sebagai arti sandyakala
Tampilkan Ulasan (41)
Baca
+Pustaka
Adiarizki
Soalnya bagiku, kalian yang setia mengikuti ceritaku adalah yang terspesial jadi aku juga enggak mau panggil kalian semua dengan sebutan yang monoton. Maunya juga beda dari yang lain dan spesial, hehehe. Sudah dulu, ah! Kebanyakan bacot jadinya Autoa, kebablasan terus, wkwkkwkwk.
Kejora Bersinar
Terima kasih sudah menghadirkan cerita yang berbeda, Toa.🙏💗💗 Kalau selama ini aku baca kisah CEO/Molioner. Orang kayalah inti nya, talernyata sama Autoa kehidupan sederhana jadi cerita yang menarik dan enak dibaca.❤❤❤🤗
Baca Semua Ulasan
GAIRAH SANG ARJUNA

GAIRAH SANG ARJUNA

Brama tersenyum senang ketika para perempuan bertubuh sintal itu semakin bergelayut manja dalam pelukannya. “Malam yang menyenangkan pak Brama..” Kening Brama berekerut memperhatikan lelaki dengan postur tegap berdiri di hadapannya, ia kenal siapa Arjuna Adhiyaksa. “Ahahaha anda bisa bergabung jika mau.” Brama melambaikan tangan, memerintahkan salah satu perempuan penghibur yang mengisi mejanya melayani Arjuna, “Saya yakin ada sesuatu yang membawa tuan Arjuna Adhiyaksa menghampiri meja saya malam ini.”
1021.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 786 kali sebagai arti sandyakala
Baca
+Pustaka
Asmaraloka

Asmaraloka

Biar bunda senang, kata Bara. Bara memiliki 3 sahabat karib yang selalu menemaninya sedari sekolah dasar. Artha Susanto, Ezra Ramadhan, dan satu lagi Nevan Nagendra. Menurut mereka, Bara adalah titik penyelesai masalah yang dimana jika mereka bertengkar, Bara akan datang dan mengucapkan “Maaf, ya, gue gak mau kehilangan kalian” Setelah itu mereka akan tertawa dan tentu saja bermain bersama, lagi.
2.9K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai arti sandyakala
Baca
+Pustaka
Syahadat Cinta

Syahadat Cinta

Ahda melembutkan suaranya. ∞
109.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 232 kali sebagai arti sandyakala
Baca
+Pustaka
Nilakandi

Nilakandi

Ia kini mempercepat lajunya, seakan sudah memutuskan kemana ia akan membawa Nilakandi pergi. --- Mobil itu berhenti di sebuah jalan setapak berpasir hitam. Di depan sana, sekitar lima ratus meter, ujung pasir itu terlihat menyatu dengan air laut. Ya, Tama membawa Nilakandi ke pantai pasir hitam, hanya itu satu-satunya tempat yang bisa ia pikirkan. "Take your time, saya tunggu di luar," ucap Tama sambil melihat sekilas ke arah Nilakandi, lalu keluar dan duduk di bangku di sisi jalan.
105.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai arti sandyakala
Baca
+Pustaka
Cundhamani (Panah Api)

Cundhamani (Panah Api)

“Arya, apa kau tahu siapa?” “Sepertinya aku ingat sesuatu, Bibinda!” ujar Arya terus mencoba mengingat-ingat. “Senopati Sakuntala, Bibinda! Dia yang menemaniku mencari pohon sarayu untuk dijadikan busur!” “Senopati Sakuntala? Bukan kah dia orang yang memotong kakinya sendiri demi selamat dari api Cundhamanimu, Arya?” tanya Rara Anjani.
1098.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai arti sandyakala
Baca
+Pustaka
Sandaran di Ujung Penyesalan

Sandaran di Ujung Penyesalan

Bibirnya bergerak, terjemahan yang lancar dan akurat mengalir melalui pengeras suara ke seluruh ruangan. Percaya diri, tenang, dan bersinar. Pandangan Sammy tampak begitu haus, matanya terpaku tanpa beralih sesaat pun, seakan sedang memahat sosok wanita itu dalam lubuk jiwanya. Rasa sakit yang tajam menusuk-nusuk jantungnya. Rasanya sangat sakit, tapi disertai rasa puas seperti seorang masokis. Ternyata, Lulu bisa sehebat ini.
9.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 288 kali sebagai arti sandyakala
Baca
+Pustaka
KUNYIT DARI SARANJANA

KUNYIT DARI SARANJANA

Pinggang yang langsing itu gesit berajak naik ke atas tubuh Kecek. Waktu subuh telah terbit, menyisakan kenikmatan bagi kedua manusia yang telah usai memadu kasih, dan meninggalkan bercak darah yang menjadi bukti cinta Sarah, di malam itu. “Hari ini rombongan dari Sri Baduga, akan memulai pelayaran ke Borneo.” Ucap Parjo yang menghirup kopinya di pagi itu.
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai arti sandyakala
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status