Pesugihan Kandang Bubrah
Atau justru dia telah terjerat lebih dalam?
Malam itu, setelah Lila dan bayi mereka terlelap, Arif kembali ke ruang bawah tanah. Ruangan itu tetap gelap dan berdebu, namun kali ini dia membawa batu hitam itu. Dengan tangan gemetar, dia meletakkan batu tersebut di tengah lingkaran pasir hitam yang masih tersisa. Saat dia berdiri dan memejamkan mata, suara bisikan itu kembali terdengar, lebih keras dari sebelumnya.
“Arif… kami menunggumu…”