2.59
Pemuda itu berjalan menuju semak-semak yang ada di belakang rumah pak Hadi.
Revan curiga karena banyak lalat besar yang beterbangan ke sana-kemari di semak-semak. Satu hinggap, satunya terbang mengitarinya. Tak hanya satu, tapi banyak. Hal ini yang membuat Revan curiga dan penasaran. Tangan kiri Revan menutup lubang hidungnya, karena bau itu benar-benar sungguh menyengat. Revan melangkahkan kakinya berlahan mendekati sebuah tumpukan ranting-ranting pohon dengan daun sudah mulai mengering.
ตอนยอดนิยม