Dimanja Suami Kontrakku
Suaranya dibuat sepelan mungkin, tapi tetap cukup untuk membuat dua mahasiswa di meja sebelah melirik.
“Dita!” Anita menatapnya tajam.
“Tenang, Nit. Dia orang baik. Teman kuliah aku dulu. Kerja di perusahaan kontraktor, stabil, rajin ibadah, enggak suka dugem.” Dita menjelaskan cepat.
Dan seolah sesuai aba-aba, seorang pria datang menghampiri.
“Maaf, saya terlambat,” katanya sopan, tersenyum hangat.