Istri Yang Kubenci
Namun, tetap terlihat keren.
Anita meringis melihatnya. Wajah pria itu memang sungguh tampan, tapi kelihatan galak.
"Eh, maaf."
"Apa memang kamu berjalan tanpa menggunakan mata kamu?" tanya pria itu lagi.
Galak sekali. Anita sampai nyaris berhenti bernapas mendengar ketusnya lelaki itu.
"Saya memang teledor, maafkan saya," ucap Anita, membungkukkan badan, berharap lelaki itu akan memakluminya.