KAMAR KEDUA
Ia benci mengingat tatapan pria itu, dingin sekaligus menusuk.
Belum sempat ia menjawab, suara ketukan terdengar dari pintu. Tiga kali, pelan tapi tegas.
Athar melirik kakaknya. “Mungkin itu dia.”
Sheza menghela napas panjang, lalu mengangguk pasrah.
Athar berjalan ke pintu, membukanya pelan. Dan benar, di ambang pintu berdiri sosok Satria.
Pria itu mengenakan kemeja gelap, lengan digulung separuh. Wajahnya tanpa senyum, sorot matanya menyapu ruangan lalu berhenti di meja makan.