Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Bukan Calon Kakak Ipar

Bukan Calon Kakak Ipar

Prolog 1 Suasana riuh terjadi di kelas 12 IPA 1 Sekolah Menengah Atas Negeri di Purwokerto. Dalam ruangan itu ada seorang siswi kelas 10 yang tengah diledek oleh kakak kelasnya. Hal ini dikarenakan siswi tersebut memegang sebuah diary berwarna ungu berisi curhatan akan cinta dalam diamnya pada seorang kakak kelas yang terkenal pintar namun sangat dingin sedingin antartika.
9.8176.6K viewsCompletedAdded to Library 3.5K Times as kritik laskar pelangi bab 1 sepuluh murid baru
Show Reviews (21)
Read
+Library
Bai_Nara
Hai semuanya, tetima kasih sudah mengikuti kisah keluarga Masha-Rayyan (Nara). Mamak cuma mau ngasih tahu jika kisah Rafina si bungsu sudah tayang di goodnovel dengan judul 'Bukan Sekedar Sahabat.' Mari mampir.
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Read All Reviews
DERREL

DERREL

ka cowok ganteng. "Eleh. tetep aja dihati gw Baby Derrel yang paling ganteng." "Buchin." Teriak Gladys, Tara dan Keisha. Tak lama bunyi bel pertanda jam pelajaran akan segera dimulai Ding dong ding dong jam pelajaran pertama dimulai ding dong ding dong Murid kelas 11 ips 4 segera kembali ke tempat duduknya masing-masing.
106.0K viewsOngoingAdded to Library 161 Times as kritik laskar pelangi bab 1 sepuluh murid baru
Read
+Library
GADIS 100 KG

GADIS 100 KG

“Ah gampang itu mah. Besok gue jemput, gue yang ngomong sama nyokap bokap Lu,“ kata Elang. “Jangan, Lang ... Nggak usah! Gue takut Lu dimarahin sama nyokap gue,“ sahut Adeera. “Kagak bakalan. Percaya deh sama gue,“ kata Elang. “Tapi—“ Belum sempat Adeera menyelesaikan ucapannya, bel tanda istirahat berakhir. Dengan susah payah, Adeera keluar dari bangku yang mengimpitnya lalu mengekori Elang yang sedang membayar pada Mang Ujang. . “Hei, Guys, Lo semua udah pada tau belum hari ini kita kedatangan murid baru?“ tanya Dewi—murid yang mengklaim dirinya paling cantik satu sekolah.
1015.5K viewsOngoingAdded to Library 435 Times as kritik laskar pelangi bab 1 sepuluh murid baru
Read
+Library
Perjalanan Cinta dan Harapan

Perjalanan Cinta dan Harapan

tanya Faqih sambil nyengir. “Kurang tidur kali,” sahut Rafa. El hanya mengangkat bahu. “Nggak apa-apa.” Rafa menatapnya lebih lama, seperti bisa membaca pikiran El. Tapi belum sempat ia bertanya lagi, pintu kelas terbuka. Guru wali kelas masuk dengan membawa map tebal. “Anak-anak, sebelum kita mulai pelajaran pertama, ibu ada pengumuman. Mulai hari ini, kelas kita kedatangan siswa pindahan baru.”
609 viewsOngoingAdded to Library 15 Times as kritik laskar pelangi bab 1 sepuluh murid baru
Read
+Library
Mengejar Hati Cewek Dingin

Mengejar Hati Cewek Dingin

“Takdir banget gue bisa ketemu tuh cewek di sini.” Selama beberapa detik mengamati El sedikit tersentak ketika sadar guru yang tadi memandunya ke kelas baru sudah berjarak sangat jauh darinya. El sedikit berlari menyusul Sita yang tak menyadari sejak tadi berjalan sendirian. “Permisi Bu Tini, ini saya mengantarkan murid baru.” El menatap sekeliling sesaat, semua murid menatapnya dengan reaksi berbeda-beda. Ada yang berbisik-bisik, tak peduli, dan ada pula yang tersenyum ramah. Yah reaksi orang pada umumnya.
2.7K viewsOngoingAdded to Library 106 Times as kritik laskar pelangi bab 1 sepuluh murid baru
Read
+Library
Mencintai Guru Galak

Mencintai Guru Galak

Sebab, sangat lelah dan mengantuk. *** Satu Minggu kemudian … Kini semua murid tengah melakukan ujian semester pertama. Rizal, terus mengawasi semua anak-anak agar tidak ada yang mencontek. "Waktu kalian hampir habis ya! Jadi, selesaikan dengan cepat!" perintah Rizal. "Baik Pak!" sahut semua anak murid Rizal dengan serempak. Setelah waktu habis, semua murid mengumpulkan tugas mereka dan bergegas pergi dari sana. Kini, hanya tinggal Rizal seorang. Kemudian, datang seorang guru cantik.
105.6K viewsCompletedAdded to Library 173 Times as kritik laskar pelangi bab 1 sepuluh murid baru
Read
+Library
BLASTERIS TERKUAT

BLASTERIS TERKUAT

Cuaca mulai memanas di bulan April, dan seiring berjalannya waktu, matahari terbit semakin tinggi sementara para siswa menunggu dengan gelisah di bawah terik matahari. Ketika hampir tengah hari, kelas pertama hingga kelas sepuluh telah menyelesaikan uji coba. Apa yang membuat semua orang sedih adalah bahwa sepuluh kelas memiliki total lebih dari lima ratus siswa, dan tidak ada yang memiliki bakat Blaster. Melihat ini, banyak siswa secara bertahap putus asa. “Untuk berpikir bahwa tidak ada seorang pun di sepuluh kelas pertama dengan bakat Blaster... Sepertinya kita sudah selesai!”
1066.0K viewsCompletedAdded to Library 2.5K Times as kritik laskar pelangi bab 1 sepuluh murid baru
Read
+Library
Mimpi Buruk Dunia Persilatan

Mimpi Buruk Dunia Persilatan

Bab 8. Misi Penyelamatan Satu hari berlalu di sekte Lembah Nirvana, semua murid junior berbasis rapi, mereka akan dilatih oleh kakak senior, disana terlihat An Lan menggunakan jubah ungu bercorak kura-kura, jubah indah dan paras tampan membuat semua murid wanita mengagumi sosok murid baru, mereka ingin sekali berkenalan dengan murid baru yang bernama An Lan.
9.5455.1K viewsCompletedAdded to Library 15.0K Times as kritik laskar pelangi bab 1 sepuluh murid baru
Show Reviews (59)
Read
+Library
Nelly Rosida
Saya sudah baca 52 bab dalam 1 hari, semoga saya tidak lagi menjadi korban penulis2 sebelum nya yg tidak bertanggung jawab. Semoga penulis ini,istiqamah,komit dgn update harian dan bisa menghargai hasil karya nya sendiri melebihi para pembaca dgn cara menamatkan tulisahn ini dgn cara yg elegan.
Kentang Imajinasi
venessa, Luna , Maya, yu yin, lili mati dipenggal sama karakter gak penting, buat venessa yang harusnya jadi icon utama di nerf habis2an dan matinya dibuat gak pantas Sama sekali. buat yang baru baca atau dah setengah jalan mending berhenti baca cari novel lain. daripada sakit hati
Read All Reviews
EMERALD

EMERALD

“Iri bilang bab*. “ “Tenang Al! , baru juga hari pertama masa lo udah mau nyari ribut sih. Udah ahh ayo cepat masuk. “ Samuel cepat cepat membawa Alin ke dalam, masuk ke ruang guru. *** “Hallo, selamat pagi anak anak. “ Sapa Bu Riska, ia guru Bahasa Indonesia. Wali kelas, kelas 12 ips 3. “Pagi Bu. “ jawaban serentak dari seluruh murid yang ada di kelas. “Oke, hari ini ibu membawa teman baru untuk kalian. Silahkan masuk. “ Alin yang sedari tadi menunggu di depan pintu, ia berjalan perlahan memasuki kelas nya. Alin tersenyum manis berdiri di sebelah Bu Riska. Sontak cowok yang kurang belaian itu memperhatikan Alin tanpa berkedip, seperti ada seorang bidadari yang jatuh dari langit.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 47 Times as kritik laskar pelangi bab 1 sepuluh murid baru
Read
+Library
Jangan Seperti Pelangi

Jangan Seperti Pelangi

"Buah naga diatas bara, ada lidi di dekat kripik. Semoga kampus kuning sejahtera, menjadi kampus terbaik." "Yeeey, balaasss..." sahut penonton, "Tikus mainin lidi di dekat kripik, tak lupa juga ikut si itik. Kampus kuning memang terbaik, seperti eneng yang cantik. Eeeaaaa," salah satu penonton membalas pantun Elisa. "Aaassseeeekkk, lanjut maaang," "Empat kali delapan tiga dua, sempat gak sempat kita harus bersua," celetuk Riri membawa gendangnya.
103.8K viewsOngoingAdded to Library 140 Times as kritik laskar pelangi bab 1 sepuluh murid baru
Read
+Library
PREV
123456
...
10

Frequently Asked Questions

Ada sesuatu yang magis dari cara Andrea Hirata membuka 'Laskar Pelangi'. Bab pertama langsung menyelam ke dunia Belitung dengan deskripsi yang begitu hidup, seolah kita bisa mencium aroma laut dan merasakan panasnya matahari. Narasinya tentang sekolah SD Muhammadiyah yang nyaris roboh itu bikin gregetan—ini bukan sekadar latar, tapi karakter utama yang punya jiwa. Aku suka bagaimana Hirata bermain dengan ironi: di tengah kemiskinan dan keterbatasan, ada semangat belajar yang menyala-nggak padam. Tokoh-tokoh seperti Ikal dan Lintang langsung muncul dengan warna unik, bikin penasaran mau tahu lebih jauh.

Yang bikin bab ini nempel di kepala adalah momentum ketika 10 anak akhirnya memenuhi kuota siswa. Adegan itu disajikan dengan tensi dramatis layaknya film, padahal cuma soal jumlah murid! Tapi justru di situlah kehebatan Hirata: ia mengubah hal sederhana jadi epik. Bahasa yang dipakai juga nggak terlalu berat, cocok buat yang baru mulai baca sastra tapi tetap dalam. Terakhir, bab ini sukses bikin aku mikir: pendidikan itu hak semua anak, meski atap sekolahnya bocor.

SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status