Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sri Sultan

Sri Sultan

" Selim berjalan dengan senyuman sinisnya. Dia terus mengamati sambil membawa tongkat tengkoraknya, mendekati Mustafa yang masih terdiam melamunkan perbuatannya yang ternyata salah. Aslan dengan tampangnya yang cukup mengerikan, membuka mulutnya memperlihatkan gigi taringnya yang sangat tajam. Dia mengaung cukup keras. Namun tidak membuat kuda Selim ketakutan. Kuda itu malah berusaha menyerang Aslan. Kuda itu memang sudah diselimuti oleh aura iblis yang membuat sang kuda memiliki kekuatan. "Jadi kau mengandalkan kekuatan hewan
1027.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 829 kali sebagai aslan lion narnia
Tampilkan Ulasan (32)
Baca
+Pustaka
Esi Apresia
Halo semua. Yang komen menyamakan cerita ini mirip film india. Tolong dibaca blurb depan ya. Apakah sama? Baca sampai akhir. Jangan merusak ide bos. Ini murni ide saya ya. Membacalah dengan bijak. Jangan menghakimi tulisan sebelum anda membaca. Makasih semuanya. Happy
Sari Yu
Awalnya menarik banget..Mustafa yang tampannya bayangin antara tarzan dan sultan kearab-araban, soalnya kelebihannya perpaduan mereka ber2..ceritanya kayak cerita seribu malam tapi lebih menarik lagi.wes top banget pokoknya..suka thor...
Baca Semua Ulasan
Suamimu Masih Mencintaiku

Suamimu Masih Mencintaiku

“Jangan, San. Jangan biarkan hatimu jadi hitam karena dendam. Dia—Aslan—melakukan semua itu karena... dia mencintaimu.” Aku hendak menjawab, tapi suara yang sangat kukenal menghentikan langkah bibirku. “Oh… sudah selesai drama tangis-tangisannya?” Suara itu sarkastik, sinis… dan begitulah Aslan. Kami sontak menoleh. Aslan berdiri, tubuh tegapnya membingkai matahari pagi. Kemeja putihnya berkibar tertiup angin laut. Ia tampak seperti dewa dari tragedi Yunani—dingin, tampan, namun berbahaya.
103.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai aslan lion narnia
Baca
+Pustaka
Kutukan Liontin

Kutukan Liontin

"Gerakannya juga begitu cepat, Tuan. Nyaris tak terlihat." Senyum tipis, nyaris pahit, tersungging di bibir Cristiano. "Delico," katanya, suaranya kini terdengar lebih tenang, "itulah Berandalan Berliontin. Mereka cepat, kuat. Jauh melampaui manusia normal."
815 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai aslan lion narnia
Baca
+Pustaka
AKU BUKAN PEWARIS TAHTA?

AKU BUKAN PEWARIS TAHTA?

Namun belum sempat gadis itu mengetahui sesuatu yang membuatnya takut, Aslan kembali berdiri dan berbalik pada Anna. "Burung yang indah bukan?" Seekor burung pelatuk berwarna hitam totol putih sedang bertengger di atas tangan Aslan yang ia tengadahkan. Burung itu mengarahkan paruhnya yang panjang pada Anna. Membuat gadis yang sejak tadi berdiri di sebelah Aslan mundur sejenak. "Dummy? Ternyata kau?" Ucap Anna seolah sudah akrab dengan burung pelatuk itu.
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 200 kali sebagai aslan lion narnia
Baca
+Pustaka
Mengejar Cinta Bujang Lapuk yang Pernah Kusakiti

Mengejar Cinta Bujang Lapuk yang Pernah Kusakiti

“Mengerti, Tuan.” Aslan menghela napas panjang, menatap gelas whiskey yang baru saja ia tuang. “Ada hal lain, Magnus.” “Ya?” Magnus mengangkat wajah, menunggu perintah selanjutnya dari sang tuan. Aslan menatap kosong, lalu suaranya turun satu oktaf, berat dan sarat ancaman. “Aku mencium bau permainan besar. Dan aku tidak suka menjadi pion dalam papan catur orang lain.”
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai aslan lion narnia
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status