Perjalanan Sang Perukiyah
tawar Ajeng menatap keduanya yang saling melempar pandang.
Lalu Bai menggeleng.
“Nggak perlu kayaknya, Bu. Takut merepotkan nanti di sana. Biar kita saja, paling cuma dua hari kok. Insyaallah nanti pulang,” katanya menolak tawaran ibunya.
“Oh, ya sudah. Kalian hati-hati, ya!”
“Iya, Bu. Assalamu’alaikum.”
“Wa’alaikumsalam.”
Setengah jam berkendara, Bai menepikan mobilnya di depan Masjid Agung Payaman untuk menunaikan salat ashar. Bai dan Ken pun berpisah untuk mengambil air wudhu karena tempatnya berbeda.