Kasih Sayang Yang Datang Terlambat
Rona turun ke ruang tamu dan duduk di samping ayah, seperti setangkai melati putih yang polos.
"Nggak perlu pedulikan dia. Kamu ini terlalu baik, dia bahkan sudah mengurungmu di mobil sampai kamu pingsan karena dehidrasi. Dia memang pantas dihukum."
Saat menyebutku, tatapan ayah tampak asing, seolah diriku adalah musuh bebuyutannya.
Tapi kenapa? Bukankah aku anaknya?
Di dalam vila, kepala pelayan berjalan ke dapur sambil menggerutu pelan, "Anak sendiri nggak dipedulikan, malah begitu sayang anak orang lain."