LOGINLiora sudah kehilangan suaranya sejak 4 tahun lalu karena trauma akan kematian ibunya. Kini Ayahnya kritis akibat tabrak lari, dan pelakunya justru kabur begitu saja. Di tengah badai gelap yang mengepungnya, muncul Adrian Shane Ashton—pria kaya dari keluarga terpandang, yang mengaku menabrak sang ayah. Alih-alih meminta maaf, Adrian justru menawarkan bantuan dengan satu syarat, Liora harus menikah dengannya. Pernikahan kontrak untuk menutup kasus, mengendalikan Liora agar tidak buka suara dan demi menjaga nama baik keluarganya. Liora Hadley—gadis bisu yang tak mampu mengadukan nasib dan tak punya kuasa, terpaksa menerima syarat Adrian demi menyelamatkan satu-satunya keluarga yang ia punya. Tapi bagaimana kehidupan setelahnya? Dalam dunia penuh manipulasi, kekuasaan, dan gengsi, bisakah Liora mendapat keadilan? Dan apa yang akan terjadi jika cinta perlahan tumbuh dari sebuah kebisuan?
View MoreJuliana pun datang ke ruang tamu itu. Yang awalnya ingin mengantar keberangkatan Luca, kini dia pun terkejut dengan kemunculan sosok itu.“Crhis?” ucap Juliana. “Ngapain kamu datang ke sini?! Pergi!” usirnya.Gavin dan Luca tampak bingung. Sebab mereka tidak tahu siapa pria yang muncul itu. Namun, satu hal yang membuat Gavin menyadari. Wajah pria itu terlihat menurunkan kemiripan di wajah Luca, walau sangat sedikit. Ia pun reflek menatap pada Camila.Adrian menatap pria itu dengan tatapan dingin.“Kak… aku ingin menebus kesalahanku…”“Tidak perlu!” tegas Adrian.“Aku ingin bertemu anakku,” ucap pria itu lagi.“Luca… kembali ke kamarmu,” ucap Camila reflek.Pria itu pun menatap Luca. “Ja- jadi… dia sudah sangat besar?” tanya pria bernama Chris itu.“Dia bukan anakmu!” tegas Adrian.Camila mulai goyah. Dia terduduk, seolah kakinya tidak kuat menopang dirinya. Sedangkan Luca, dia masih berdiri di sana. Merasa cukup dewasa untuk mendengar semuanya.“Camila, dengarkan aku. Dari awal, aku i
Kebahagiaan keluarga Ashton lengkap sudah. Juliana bahkan merasa dia adalah ibu sekaligus nenek yang paling sempurna di kehidupan ini. Dia juga sangat menyayangi Liora. Seolah tidak pernah terjadi kekejaman dan penolakan yang dia lakukan saat awal bertemu dengannya.Kini mereka tinggal kembali di rumah kebesaran keluarga Ashton. Di kamar Adrian yang dulu menjadi saksi kekejaman, kedinginan dan dominasi pria egois itu. Namun, tentu saja semua kamar itu telah direnovasi, diperluas hingga terhubung dengan kamar bayi di sebelah. Ya, kamar Nouval dan Naomi.Tidak terasa usia si kembar hampir genap satu bulan. Keduanya sangat sehat dengan asi yang cukup. Liora memilih untuk menyusui mereka secara langsung. Itu adalah momen hebat yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya. Ikatan antara dirinya dengan anak kembarnya terasa sangat intim dan hangat. Ia tidak bisa jelaskan dengan kata-kata.Hari ini, Luca juga akan kembali ke asramanya setelah diundur beberapa hari karena dia masih ingin bersam
Tidak terasa waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba. Liora sudah masuk ruang operasi. Adrian mendampingi Liora. Apapun akan dia lakukan, meski sebenarnya dia pun sangat amat jantungan.Lampu neon di koridor rumah sakit terasa lebih terang dan dingin dari biasanya. Bagi Adrian Ashton, detik yang berlalu terasa seperti jam yang merayap. Di sampingnya, di atas ranjang rumah sakit yang didorong cepat menuju ruang operasi, Liora terbaring dengan napas yang memburu.Tangan Adrian tidak sedetik pun melepas genggaman istrinya. Ia bisa merasakan keringat dingin di telapak tangan Liora, sebuah kontras dari keberanian yang biasanya terpancar dari mata wanita itu.Suasana di dalam ruang operasi begitu steril dan hening, hanya interupsi oleh bunyi beep ritmis dari monitor jantung yang seolah memacu adrenalin Adrian. Ia telah mengenakan pakaian bedah lengkap, duduk di dekat kepala Liora, berusaha menjadi jangkar di tengah badai kecemasan."Adrian..." bisik Liora lemah, matanya berkaca-kaca menatap lan
Waktu berlalu, kabar kehamilan kembar membuat seluruh keluarga Ashton hidup dalam babak kebahagiaan yang baru. Namun masih ada satu orang lagi yang belum tahu apa-apa, yaitu Luca.Hari ini Luca dijemput dari asrama. Sebenarnya Adrian ingin menjemput anak itu bersama Liora, tapi dokter melarang Liora bepergian terlalu jauh. Adrian pun keras kepala: “Kalau Liora tidak ikut, aku juga tidak akan pergi.” Akhirnya, solusinya adalah Camila yang menjemput putranya sendiri, dikawal oleh Gavin sebagai sopir — tentu atas perintah penuh dari Adrian.***Di dalam mobil, Gavin menyetir dengan tenang. Camila duduk di sampingnya sambil menatap pemandangan.Tak biasanya, mobil itu sunyi hingga Gavin membuka suara duluan.“Nona Camila… ini pertama kalinya saya bertugas khusus untuk Anda.”Camila mengangkat alis.“Biasanya kamu sibuk menempel ke Kakakku.”Gavin tersenyum kecil.“Ya haha, tapi sebenarnya tugas saya lebih dari mendampinginya, justru bisa juga mendampingi Nona” jawabnya ringan.Keheningan
Kini Juliana dan Camila yang bergantian menjaga Adrian. Mereka tidak pernah melihat pria itu dalam keadaan seburuk ini. Tubuhnya lemah, wajahnya pucat, dan bibirnya sering kali hanya menggumam menyebut nama Liora. Terkadang, Adrian terbangun dengan teriakan lirih, memohon maaf kepada sosok yang tid
Adrian masuk ke rumah dengan langkah terseok, kemejanya kusut, wajah pucat pasi, dan napasnya terengah. Setiap gerakan seperti menyayat tubuhnya, namun tekadnya lebih besar dari rasa sakit. Juliana yang masih terjaga karena diliputi ketakutan akan teror Clara, langsung terkejut melihat sosok anakny
Liora menutup telepon dengan tatapan kosong. Tangannya meremas ponsel begitu kuat. Dadanya terasa sesak, bukan karena khawatir, melainkan karena tekad yang semakin menebal ingin membalaskan dendam.“Ada apa, Liora? Apa yang terjadi?” tanya Bennedict.Liora diam. Dia menggeleng pelan.“Jadi, apa yan
Handphone Adrian kembali berdering. Nama Clara tertera jelas di layar. Hatinya terasa makin berat. Ia menoleh sekilas ke arah Liora pintu kamar Liora. Lalu menjawab panggilan itu.“Ada apa?” tanya Adrian lemah.“Adrian!” suara Clara terdengar terburu-buru. “Tante terus mengigau namamu. Dia tidak bi












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews