Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
My Ex My Husband

My Ex My Husband

“Kenapa sayang?” “Aku habis buang air kecil, terus ada bercak darah di underwearku.” Bintang menunjukkan bercak darahnya. “Apa perutmu terasa sakit? Kita ke rumah sakit sekarang ya..” Gala mulai panik. Padahal Bintang masih adem ayem aja. “Perutku tidak sakit sayang. Hanya bercak darah saja. Aku tidak apa-apa. Dijadwalnya juga masih satu minggu.”
1099.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.0K kali sebagai bab berdarah tapi tidak sakit
Tampilkan Ulasan (26)
Baca
+Pustaka
Its Me Nouris
Halo Readers semua. Makasih banyak ya udah setia nungguin Gala Bintang. Supaya aku tambah semangat, tinggalkan komentar setelah kalian membaca ya. Aku rencana Up 2 bab lagi setelah bab 46 ini up, mana tau kalau kalian kasih semangat, aku khilaf jadi up 5 bab hehe... ditunggu reviewmu...
Samaira Siswanti
Kakak aku mampir ke ceritamu bikin aku baper deah semangat terus yea up nya. Mampir juga ke karya receh aku "I'm My Sister's Replacement Bride" Semoga suka 🙏jangan lupa tinggalkan jejak disana yea masih
Baca Semua Ulasan
Satu Hari Dua Akad

Satu Hari Dua Akad

Awan membatin, khawatir dengan kondisi putranya itu. Dengan kondisi wajah babak belur, bahkan darah mengucur dari pelipis, kaos putih yang dikenakannya juga kini terkena noda merah dengan kaos bagian pundak yang robek dan juga mengeluarkan tetesan darah. Kondisinya begitu mengenaskan tapi masih bisa berjalan dengan santainya seolah tidak merasakan sakit. Biasanya orang yang mengalami hal itu akan lemas tak berdaya tapi tidak dengan Langit.
1014.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 562 kali sebagai bab berdarah tapi tidak sakit
Baca
+Pustaka
Anak Kembar sang Miliarder yang Dirahasiakan

Anak Kembar sang Miliarder yang Dirahasiakan

Mata mereka mulai berair. "Bibi jelas sedang tidak baik-baik saja. Dia mengeluarkan banyak darah. Bibi pasti sangat takut." "Aku mau ikut ke rumah sakit. Aku mau menemani Bibi biar tidak takut lagi." Mendengar suara kecil itu, Barbara menoleh. Ia ingin berbicara dengan keponakannya. Namun ia terlalu lemas. Bernapas saja, ia mulai kesulitan. Pandangannya malah semakin kabur dan kedipan matanya melambat.
10501.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17.6K kali sebagai bab berdarah tapi tidak sakit
Tampilkan Ulasan (43)
Baca
+Pustaka
evaluasi alamiah
Bagus sih pas awal2 cerita,alurnya sedikit bertolak belakang.Biasanya CEO nyari tau atw mw tanggung jawab si Frank ini malah sebaliknya.Kakek biasanya seneng dpt cucu,Rowan ini malah sempet mw bunuh.Tapi mkn ke sini agak kurang gmn gitu,dialognya kaya kurang macho bwt tokoh Frank.
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Baca Semua Ulasan
Era Baru

Era Baru

Tanpa ada kemampuan menyembuhkan diri, kemampuan Anta Sukmajang tidak begitu memengaruhinya. “Uhuk!! Uhuk!! Bluargh-“ Barata memuntahkan darah setelah batuk beberapa kali, dadany tidak begitu nyaman dan terasa sangat nyeri. Dia berjalan dengan terhuyung-huyung, tapi pandangannya jelas ketika mendekati Anta Sukmajang. Pakaiannya basah akan peluh dan dia tidak begitu baik saat dia mendekatinya.
1058.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai bab berdarah tapi tidak sakit
Baca
+Pustaka
Diam-Diam Menikmati

Diam-Diam Menikmati

Pertanyaan itu membuat dokter tersenyum tipis, seolah memahami kecemasan yang melanda kedua orang di depannya. “Sayangnya tidak,” jawab dokter dengan tenang. “Pasien hanya mengalami kekurangan darah. Setelah diperiksa lebih lanjut, tidak ada masalah serius lainnya dalam tubuhnya. Pasien tidak dalam kondisi hamil. Setelah transfusi darah selesai, kemungkinan besar kondisinya akan membaik.” Dokter mengangguk ramah sebelum beranjak pergi, meninggalkan Jacob dan Hazel dengan perasaan yang campur aduk.
9.9116.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.8K kali sebagai bab berdarah tapi tidak sakit
Baca
+Pustaka
Dokter Jenius: Tangan Emas Sang Penyembuh

Dokter Jenius: Tangan Emas Sang Penyembuh

Bau besi dari darah bercampur dengan aroma antiseptik khas rumah sakit, membuat udara jadi semakin sesak. “Dok! Pasien trauma! Kecelakaan lalu lintas, tertusuk besi pagar di bagian abdomen! Tekanan darah turun cepat, nadi lemah!” salah satu paramedis melaporkan dengan suara terburu-buru.
1025.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 568 kali sebagai bab berdarah tapi tidak sakit
Baca
+Pustaka
REKAMAN DESAH DARI SEKRETARIS SUAMIKU

REKAMAN DESAH DARI SEKRETARIS SUAMIKU

“Ibu tidak apa-apa? Ibu berdarah. Ya Tuhan!” “Enggak apa-apa, Bik. Terima kasih sudah datang menolong.” Suara meswa terdengar hanya seperti desisan, mungkin dia menahan sakit. Kedua pipinya memerah, darah di sudut bibirnya mengalir cukup banyak. “Sudah puas kamu, Mas? Mau menampar lagi?”
1019.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 569 kali sebagai bab berdarah tapi tidak sakit
Baca
+Pustaka
SKANDAL PANAS NONA MUDA

SKANDAL PANAS NONA MUDA

"Maaf, Na. Tapi kamu akan cepat pulih jika ada yang merawatmu. Jujur saja, aku tidak terlalu paham merawat orang sakit." "Aku cuma anemia, bukan kena penyakit mematikan. Aku cukup minum pil penambah darah, perbanyak makan makanan yang mengandung zat besi. That's it. Bern bisa mengawasiku." "Nope! Bern pro denganmu, sekali bujuk dia akan berpaling dariku, lalu berpindah ke pihakmu. Tampangnya kan tampang pengkhianat banget."
109.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 283 kali sebagai bab berdarah tapi tidak sakit
Baca
+Pustaka
1KG BERAS DARI IBU

1KG BERAS DARI IBU

Darah segar mengalir dari luka di setiap tubunya, hingga membasahi lantai kamar yang berkeramik putih. Bibir dan kedua matanya pun membengkak dengan darah segar mengalir. Bahar terbatuk-batuk dan memuncratkan darah dari mulutnya. Namun, Diaz tak peduli itu. Ia lihat ibunya terengah, sama seperti dirinya. Lalu tatapannya beralih pada baskom berisi air dan cabai yang teronggok di kasur. Diaz hanya tersenyum kecil lalu menggeleng-geleng kepala. Sedangkan, di lantai, Ririn masih menjerit-jerit kesakitan dan kepanasan.
9.9176.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.8K kali sebagai bab berdarah tapi tidak sakit
Baca
+Pustaka
Hush! No Drama Allowed

Hush! No Drama Allowed

tanyaku khawatir. "Saya nggak sakit. Saya cuma nggak tahan lihat darah," jawabnya cepat. "Hah?" seru Damar bingung. "Saya nggak tahan lihat darah banyak. Pasti pingsan kalau lihat darah atau noda darah secara langsung." "Serius?" tanyaku tidak percaya. "Awas saja kalau kalian membocorkan rahasia ini," ancamnya.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai bab berdarah tapi tidak sakit
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status