Ada sesuatu yang sangat memikat tentang cara '86 - Eighty Six' membangun dunianya. Awalnya, kita dibawa ke Republik San Magnolia yang terlihat sempurna di permukaan, tapi ternyata menyembunyikan kebohongan besar tentang perang melawan Legion. Yang bikin greget adalah perspektif ganda antara Shinn, si komandan Unit 86 yang terbuang, dan Lena, perwira dari 'dunia bersih' yang pelan-pelajaran menyadari kekejaman sistem.
Alurnya seperti rollercoaster emosi - dari pertempuran mekanik yang epik sampai momen-momen manusiawi yang bikin hati remuk. Bagian ketika Lena mulai memahami penderitaan Spearhead Squadron itu benar-benar mengubah cara pandangku tentang arti kemanusiaan dalam perang. Yang paling kusuka adalah bagaimana cerita ini tidak takuk menunjukkan sisi gelap propaganda politik dan rasisme sistemik, tapi tetap menyisipkan harapan lewat hubungan antar karakter.