Dok, Please Cukup!
Malam itu, jatah halaman buku catatan Suryani yang mereka baca berisi cerita tentang hari pertama Nindy masuk taman kanak-kanak, sebuah kisah sederhana penuh kehangatan yang sama sekali tidak menyimpan rahasia besar apa pun di dalamnya, sesuatu yang justru membuat Nindy tersenyum lega karena tidak setiap halaman harus membawa beban baru.
Menjelang Nindy dan Malik bersiap untuk tidur, ponsel Nindy berdering menampilkan nama Fajar, dan begitu ia menjawab panggilan tersebut, suara Fajar terdengar penuh semangat dari ujung telepon.
"Nindy, aku sama Sari mempercepat rencana kita ke kota," ucap Fajar cepat, "kita bakal sampai akhir pekan ini juga."