Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hasrat Seorang Ipar

Hasrat Seorang Ipar

kataku kala kami selesai salat dan mengemasi sajadah masing-masing. “Apa, Yu?” tanya lelaki yang tengah melepaskan peci hitamnya tersebut. “Tadi, saat salat aku Cuma baca Alfatihah dan Qulhu saja. Itu terus setiap rakaatnya. Selebihnya aku diam karena aku tidak ingat sama bacaannya. Jadi, Tuhan menerima ibadahku tidak?” Kutatap Arifin dengan penuh keseriusan, berharap lelaki itu tak tertawa mendengarkan pertanyaan bodoh ini.
1030.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai bacaan duduk iftirasy
Baca
+Pustaka
PATUNG KUDA DI RUMAH MERTUA

PATUNG KUDA DI RUMAH MERTUA

Solihin dan Iwan segera masuk ke dalam rumah. "Semuanya, baca Al-fatihah, An-nas, Al-falaq dan Al-ikhlas berulang-ulang. Jangan dengarkan suara tawa mereka. Dewi, bacakan di telinga Bu Widuri. Baca dengan khusyuk, memohon perlindungan sama Allah," titah Iwan ketika mereka sudah sampai di dalam rumah.
1032.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai bacaan duduk iftirasy
Baca
+Pustaka
GRUP CHAT RAHASIA SUAMIKU

GRUP CHAT RAHASIA SUAMIKU

Kalau dirinya tidak terbangun Haifa biasanya melanjutkan membaca Alquran sampai menjelang subuh. "Mas, duduk saja di tempat tidur. Aku sudah selesai kok." Haifa mendekati Yudha dan bersimpuh di hadapannya. Mencium punggung tangan suaminya. "Maaf ditinggal sholat, Ya Mas. Tadi aku lihat Mas, tidurnya lelap sekali." Haifa mengusap lembut punggung tangan suaminya. Yudha hanya tersenyum.
9.3260.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.4K kali sebagai bacaan duduk iftirasy
Baca
+Pustaka
Kukira Suami Masyaallah Ternyata Astagfirullah

Kukira Suami Masyaallah Ternyata Astagfirullah

Jadi hanya duduk diam dengan kedua tangan yang terangkat menunggu Alesha berdoa Suasana terasa hening, Alesha berdoa dengan suara yang kecil. Tidak terdengar jelas di telinganya. Membuat pikiran Fatih bergelayut membayangkan satu persatu hal-hal larangan yang telah dilakukan. Apakah hidupnya akan terus seperti ini. Nyaman berada di jalan yang salah.
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai bacaan duduk iftirasy
Baca
+Pustaka
Dinikahi Pria Seumuran Ayahku

Dinikahi Pria Seumuran Ayahku

“Panas! Panas!” Ustadz Haidir terus membaca ayat kursi, lalu surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas berulang kali. Semakin lama, Kevin tampak mulai melemah. Tubuhnya yang semula tegang kini lunglai. Beberapa menit kemudian, ia terkulai di lantai, terengah-engah. Ustadz Haidir menyentuh keningnya. “Bismillah, sudah, Nak. Coba kamu baca syahadat pelan-pelan.”
104.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 161 kali sebagai bacaan duduk iftirasy
Baca
+Pustaka
NIKAH? TAPI BOHONG!

NIKAH? TAPI BOHONG!

Karena arah suara orang mengaji itu berasal dari dalam kamar apartemennya yang kini dihuni oleh Sitta, Kahfi yang penasaran pun bangkit dari sofa untuk menengoknya. Kening lelaki itu berkerut samar saat melihat Sitta tengah duduk manis di atas sajadah dengan tubuh terbalut mukena putih. Gadis itu mengaji dengan pelafalan bacaan yang indah dan fasih. "Shadaqallahul-'adzim." Sitta menyudahi rutinitas mengajinya saat kumandang Adzan Subuh terdengar di kejauhan. Gadis itu pun bangkit dari duduk dan langsung melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim.
105.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai bacaan duduk iftirasy
Baca
+Pustaka
LOVE THAT COME ONCE

LOVE THAT COME ONCE

Immanuel tak berbicara lagi, dia malah terdiam. Aku mengabaikannya, mengangkat kedua tangnku lebar-lebar seraya menunduk penuh hayat. Membaca do'a makan menggunakan bahasa Arab, ditambah beberapa patah kalimat dalam bahasa Indonesia yang kurangkai sendiri. Setelah selesai berdo'a, aku meraih alat makan, mengambil beberapa makanan ke dalam piringku. Immanuel sendiri sudah makan lebih dulu.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai bacaan duduk iftirasy
Baca
+Pustaka
'Ana-Ya'Inu: Tatapan Nyai Dasimah

'Ana-Ya'Inu: Tatapan Nyai Dasimah

Kemudian, ia melafazkan surat Al-Fatihah, dan ayat Kursi, masing-masing sebanyak tiga kali. Imas mulai bereaksi. Ia mengerang, dan langsung terduduk. "Diam kamu!" bentaknya sambil melotot pada sang ustaz. Suaranya terdengar berat, dan serak. Namun, tentu saja Ustaz Fikri tak menggubrisnya. Ia lanjut melantunkan ayat Al-Muawwizat7, juga masing-masing sebanyak tiga kali.
9.95.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai bacaan duduk iftirasy
Baca
+Pustaka
SUJUD TERAKHIR EMAK

SUJUD TERAKHIR EMAK

“Wah, nggak usah repot-repot, Nak. Emak cukup sama sayur bening aja…” “Mak, makan yang enak itu juga ibadah, lho. Lagian, Ramadan ini cuma sebulan. Buka puasanya harus disyukuri dengan makanan yang layak,” kata Sita, menyodorkan piring. Mak Asih ragu sejenak, tapi akhirnya menerima dengan tangan gemetar. “Makasih, Nak… Allah yang bales kebaikanmu…” Sita tersenyum. Pandangannya sempat melayang ke meja makan kecil di dalam rumah. Di sana, hanya ada mangkuk berisi sayur bening dan sepotong tahu goreng. Hatinya semakin pilu.
4.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai bacaan duduk iftirasy
Baca
+Pustaka
Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta

Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta

Zhou Yiran menghirup aroma khas bayi dari badan Haidar, sebelum dia menciumi kedua pipi bocah itu dengan gemas. Tidak berselang lama, salat Iedul Fitri dilangsungkan dengan khidmat. Jane dan para Ibu lainnya bersyukur dalam hati, karena anak-anak mereka tetap di tempat, sambil memegangi botol masing-masing. Seusai salat, mereka duduk rapi dan mendengarkan ceramah. Zhou Yiran mengulum senyuman ketika Utari dan Gista mengeluh, karena mereka kurang memahami isi khotbah yang menggunakan bahasa Mandarin.
101.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai bacaan duduk iftirasy
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status