Naga Penakluk Hati
Kulitku meremang seketika, bukan hanya karena dinginnya permukaan marmer, melainkan karena tatapan Jin yang kini menyapu setiap jengkal tubuh naga perakku dengan rasa lapar yang mutlak.
"Luar biasa ...," Jin bergumam parau, jemarinya yang panjang mulai menyentuh kulit lenganku, menyusuri bekas irisan darah naga yang sudah mengering dengan kelembutan yang posesif. "Tubuh naga memiliki ketahanan magis tertinggi. Jika struktur biologisku bermutasi setelah meminum ramuan ini, rahim nagamu adalah satu-satunya tempat yang mampu menampung benihku tanpa hancur."
Bab Populer