Di Balik Rupa Burukku
"Jadi kau benar-benar berpacaran dengan preman itu, Ai? Cepat kau putuskan dia! Dia tidak pantas bersamamu!"
Aku tidak habis pikir dengan isi otak anak ini, kenapa dia jadi seenaknya seperti ini?
"Kau tidak perlu mengurusi urusanku, Dimas! Kau urusi saja pacarmu, kalau dia melihat kau memegang tanganku seperti ini, aku bisa habis dibullinya."
"Kau tidak usah mengada-ada, Ai. Renata itu gadis baik, mana mungkin dia bisa membulli orang. Berkata kasar saja dia tidak pernah," ujarnya sambil melepaskan tanganku.
Hot Chapters