Cinta Habis Tanpa Bekas
Melihat aku menyimpan surat cerai itu dengan hati-hati, ekspresi wajah Yohan sempat berubah sejenak, lalu seketika menjadi suram.
Tiba-tiba dia berdiri, menatapku dari atas dengan sorot mata merendahkan.
"Inge, semoga kamu nggak menyesal sama keputusan hari ini. Aku, Yohan, bukan hewan peliharaan yang bisa dipanggil datang dan diusir sesuka hati."
Menyesal?
Aku justru sangat ingin bercerai dengannya, mana mungkin aku menyesal?
Yohan pergi dengan langkah cepat, seolah sangat membenci tempat itu dan segala isinya.
Hot Chapters