Terjebak BossZone
Nesa menangguk, lalu setelahnya kembali melirik Bagas "Kamu, ngga kena jitak sama Kak Bian, kalau manggil Kak Abin?"
"Kalau di depan Kak Bian mah ngga berani aku, hahaha...."
Nesa kembali ikut tertawa. "Kak Bian galak ya?"
Bagas mengangguk , lalu setelanya menggeleng. "Kadang baik, kadang galak sih," jawab Bagas seadanya. "Itu, rumah Kak Bian, pintu ketiga dari sebelah kanan.” Bagas menunjuk satu buah bangunan kayu dengan gerakan dagunya, membuat Nesa mengikuti arah pandang bocah lelaki itu. “Aku tinggal ya, Kak,” pamit Bagas melepaskan tangan yag sedari tadi saling menggenggam. “Aku harus ngumpulin botol bekas yang banyak biar dapet uang hari ini.” Nesa mengangguk. Mengucapkan terima kasih,
Hot Chapters