Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir
Wajah wanita paruh baya itu memancarkan ketulusan yang murni, tatapannya selalu berhasil membuat Arbi merasa aman, seberapa pun kerasnya dunia luar menghantamnya.
Arbi menegakkan duduknya, memandang ibunya dengan senyum tipis yang dipaksakan. Rasa ragu itu kembali merayap, mencengkeram hatinya.
"Menurut Mami... apakah sudah waktunya aku pergi ke Paris?" Arbi menjeda kalimatnya, meremas jemarinya sendiri. "Aku sekarang merasa sudah yakin. Mami lihat sendiri, kan? Perusahaan yang aku jalani sekarang, aku bangun benar-benar dari nol. Jatuh bangun itu biasa, tapi aku baru bisa bangkit dan membuktikannya sekarang, Mi. Itu artinya... aku sudah sukses, kan?"
Bab Populer