Gadis Terakhir
Erna Azuraarti dear adalahaku barumas arya indonesiaarvian dwi ajarkan aku
Aarav sedang bersarkasme, tangannya terulur hendak menarik tangan Sifabella namun Sifabella dengan cepat mundur menjauh.
Dia menatap Aarav kesal, menarik bantal kemudian menghentakan kaki menuju sofa set yang berada di sudut lain kamar yang luas itu.
“Lo boleh kok tidur di sini.” Aarav menepuk space kosong di tengah ranjang.
“Ogah! Bisa-bisa aku kehilangan keperawanan besok pagi.”
“Iya donk, itu ‘kan menunjukkan kejantanan gue.”