LOVE and LIE
Namun, mata laki-laki itu masih terpejam.
"Gak pa-pa." Aara menarik tangannya, kemudian melingkarkan kembali pada perut suaminya. Dia sadar semakin lama perasaannya mulai besar. Harapannya, semoga sang suami juga merasakan hal yang sama.
"Jam berapa ini?" tanya Fawaz, sambil mencoba membuka mata.
Aara melirik jam yang ada di nakas, "jam tiga."
Tiba-tiba mata Fawaz terbuka lebar, dia merenggangkan pelukan di antara mereka, "kangen," bisiknya.
Bab Populer