Perjodohan Gila dengan CEO Arogan
Pada akhirnya, perempuan ini menggelengkan kepala, “Tidak perlu, madam. Saya hanya membantu anda mengambil satu cemilan, bukan mengajak anda berkeliling supermarket.”
“Did I offended you?” tanya nya pelan, tampak merasa bersalah, “Sorry, I didn’t intend to.”
“No problem, ma’am.” Irene tersenyum. Mungkin karena budaya Korea Selatannya masih merekat, dia tanpa sadar membungkuk, “Mari, saya duluan.”
“Ah iya, silakan.”
Hot Chapters