Dokter, Jangan Gitu Dong
Ia bahkan belum sarapan, apalagi makan siang.
“Lapar…” gumamnya lirih.
Belum sempat ia bangkit, pintu kamarnya terbuka. Sejumlah pelayan masuk dengan langkah teratur seperti rombongan parade kecil.
Di tangan mereka, tumpukan baju mewah: dress, gaun pesta, mantel, tas-tas branded, sepatu, bahkan… pakaian dalam renda-renda mahal yang bukan gayanya.