Tetanggaku Luar Biasa
"Ah, Mbak Ajeng selalu gitu. Merendah. Justru kita yang terima kasih. Sejak bantuin ngorderin baju dari Mbak Ajeng, aku jadi punya tambahan penghasilan. Beli baju sama peralatan pribadi nggak lagi repot harus irit-irit uang belanja. Alhamdulillah, bisa nabung dikit-dikit, Mbak."
Aku tersenyum mendengar pengakuan Bu Tia. Dia juga salah satu orang yang mau bekerja sama denganku. Caranya, dia mengambil beberapa baju dulu, biasanya memakai uang muka setengahnya. Kalau barang habis, baru dilunasi sisanya. Kalau tidak habis, dia kembalikan padaku, dan cukup membayar yang laku saja. Tapi, selama ini belum pernah ada barang yang tersisa. Begitu juga beberapa ibu yang lain. Mereka juga mengambil bara