Dear Secretary
Sinar sampai terdiam sejenak, karena tidak menyangka pria itu bisa terlihat begitu memikat hanya dengan tampilan sederhana.
“Harusnya, Pak El tiap hari rapi begini,” ungkap Sinar tulus. “Bukan make seragam sama jaket aja hari-hari. Kayak nggak punya baju lain aja. Begitu ada acara, ujung-ujungnya juga make baju batik dari kantor.”
Elo tertawa mendengar pujian, sekaligus protes yang dari Sinar. “Kalau aku begini tiap hari, nanti yang naksir tambah banyak. Aku sendiri, kan, yang repot.”
Hot Chapters