Rasanya aneh ketika bangun tidur dan merasakan denyut di bagian belakang kepala, tapi itu cukup sering terjadi pada beberapa orang yang kukenal, termasuk aku.
Salah satu penyebab paling umum adalah posisi tidur yang membuat otot leher kaku — bantal terlalu tinggi atau terlalu rendah bisa menekan saraf atau membuat otot trapezius dan area pangkal tengkuk tegang. Kalau leher menekuk sepanjang malam, otot-otot itu ‘protes’ dengan nyeri yang berdenyut. Selain itu, ada kondisi yang disebut neuralgia oksipital, di mana saraf di pangkal tengkuk teriritasi sehingga muncul nyeri tajam atau berdenyut di bagian belakang kepala.
Faktor lain yang sering terlupakan: dehidrasi, kurang tidur, atau stres yang membuat otot ikut kencang. Juga, kalau kamu ngigau atau menggemeretakkan gigi, ketegangan bisa merambat. Untuk penanganan awal, aku biasanya ganti bantal ke yang lebih ergonomis, kompres hangat di leher, peregangan ringan, dan minum air. Kalau denyutnya disertai penglihatan terganggu, leher mati rasa, atau sakitnya tiba-tiba parah, sebaiknya periksa ke dokter—itu indikasi yang nggak boleh dianggap remeh. Menjaga kebiasaan tidur yang baik dan memperhatikan posisi leher sering menyelesaikan masalah kecil ini, demikian pengalaman sederhana dariku.